<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d1 20130915//EN" "JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <journal-meta id="journal-meta-1">
      <journal-id journal-id-type="nlm-ta">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="journal_submission_guidelines">http://ojs.umsida.ac.id/index.php/pedagogia/about/submissions</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan (Indonesia)</journal-title>
      </journal-title-group>
      <publisher>
        <publisher-name>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</publisher-name>
      </publisher>
      <issn publication-format="print"/>
    </journal-meta>
    <article-meta id="article-meta-1">
      <article-id pub-id-type="publisher-id">1</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">https://doi.org/10.21070/pedagogia.v9i1.214</article-id>
      <article-categories>
        <subj-group>
          <subject>Research Article</subject>
        </subj-group>
      </article-categories>
      <title-group>
        <article-title id="at-f3b9097189d5">Analisis Metakognitif Melalui Media Pada Matakuliah Seni Rupa Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar</article-title>
        <trans-title-group>
          <trans-title>Metacognitive Analysis Through Media in Fine Arts Courses Education for elementary school teachers</trans-title>
        </trans-title-group>
        <alt-title alt-title-type="right-running-head">Analisis Metakognitif</alt-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author" corresp="yes">
          <name id="n-6d603a174eae">
            <surname>Wati</surname>
            <given-names>Tri Linggo</given-names>
          </name>
          <xref id="x-f642070d29e9" rid="a-a28736004a67" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <aff id="a-a28736004a67">
          <institution>Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
          <country country="ID">Indonesia</country>
        </aff>
      </contrib-group>
      <volume>9</volume>
      <fpage>35</fpage>
      <permissions>
        <copyright-year>2020</copyright-year>
      </permissions>
      <abstract id="abstract-c970ddb705a4">
        <title id="abstract-title-63382e0db8cf">Abstract</title>
        <p id="paragraph-d61ec9c1f966"> This study aims to analyze the application of metacognitive through learning media. This research is a qualitative phenomenology research, which is used to analyze metacognitive students of elementary school teacher education by looking at the results of the pictures during the midterm examination. The theory used is Slavin's metacognitive theory and the theory of the effectiveness of learning using Dunn's theory. Test the validity of the data using triangulation techniques, namely observation, documentation, and interviews. The results of the analysis obtained from this study were, subject A did metacognitive thinking and the existing media proved to be effective in helping the metacognitive way of thinking, whereas in subject B the metacognitive way of thinking had been done only in the process of monitoring and evaluation was still lacking, the use of media on the object image could Meticulous subjects can help in the process of his work. While the subject C metacognitive thought process has been carried out, only the evaluation process is still lacking, while the existing media helps in the process of metacognitive thinking. So it can be concluded that the media is very effective in helping the application of metacognitive thinking in producing two-dimensional works of art in students of elementary school teacher study programs at the University of Muhammadiyah Sidoarjo. </p>
      </abstract>
      <abstract xml:lang="id-Latn" id="abstract-a39b9bc94ce5">
        <title id="abstract-title-fe075d7e9983">Abstrak</title>
        <p id="paragraph-2">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metakognitif melalui media pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologi, yang digunakan untuk menganalisis metakognitif mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan melihat hasil gambar pada saat pelaksanaan ujian tengah semester. Teori yang digunakan adalah teori metakognitif Slavin dan teori keefektifan pembelajaran menggunakan teori Dunn. Uji keabsahan datanya dengan menggunakan trianggulasi teknik yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah, subjek A melakukan cara berfikir metakognitif dan media yang ada terbukti efektik membantu cara berfikir metakognitifnya, sedangkan pada subjek B cara berfikir metakognitifnya sudah dilakukan hanya pada proses monitoring dan evaluasi masih kurang, penggunaan media pada objek gambar dapat subjek teliti dapat membantu dalam proses berkaryanya. Sedangkkan pada subjek C proses berfikir metakognitifnya sudah dilakukan, hanya pada proses evaluasi masih kurang, sedangkan media yang ada membantu dalam proses berfikir metakognitifnya. Maka dapat disimpulkan bahwa media sangat efektif membantu dalam penerapan berfikir metakognitif dalam menghasilkan karya seni rupa dua dimensional pada mahasiswa program studi guru sekolah dasar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
        <p id="p-e085bd6cfd2f"/>
      </abstract>
      <kwd-group id="kwd-group-1">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>Metacognitive</kwd>
        <kwd>Media</kwd>
        <kwd>Education Fine Art</kwd>
      </kwd-group>
      <kwd-group id="kg-a5596c566732" xml:lang="id-Latn">
        <title>Kata Kunci</title>
        <kwd>Metakognitif</kwd>
        <kwd>Media</kwd>
        <kwd>Pendidikan Seni Rupa</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec>
      <title id="t-c7c61142c8a7">Pendahuluan</title>
      <p id="p-d30b48ea355b">Proses pembelajaran menggambarkan suatu proses interaksi yang melibatkan antara pebelajar dan pembelajar untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Salah satu tujuan pembelajaran adalah untuk meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi pada pebelajar. Strategi yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan pembelajaran metakognitif. Metakognitif merupakan pengetahuan tentang belajarnya sendiri; bagaimana seseorang belajar dan memantau cara belajar yang dilakukan. Setiap pebelajar memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pada setiap permasalahan yang menghampirinya, baik itu masalah yang mudah untuk dipecahkan ataupun masalah yang rumit untuk dipecahkan, maka dibutuhkan suatu strategi yang efektif agar permasalahan yang mereka alami dapat terpecahkan sesuai dengan cara berfikir yang mereka miliki,<xref id="x-13894cfa2671" rid="R69611116475999" ref-type="bibr">Slavin (2008)</xref> . </p>
      <p id="paragraph-3">Metakognitif merupakan pengoptimalan cara berfikir pebelajar yang menitik beratkan pada kegiatan proses pembelajaran agar mereka mampu mengatasi kesulitan belajar yang mereka hadapi, dan mampu mengolah cara berfikir mereka agar mampu memecahkan permasalahan hidup mereka <xref rid="R69611116476000" ref-type="bibr">Adiarto (2017)</xref>; <xref rid="R69611116476007" ref-type="bibr">Iskandar (2014)</xref>; <xref rid="R69611116476012" ref-type="bibr">Panggayuh (2017)</xref> . Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa setiap kali mahasiswa mendapatkan tugas menggambar wajah mereka kelihatan tegang dan mengatakan bahwa mereka tidak dapat menggambar, lalu yang selalu mereka lakukan adalah melihat gambar dari internet melalui handphone mereka, sekalipun Dosen sudah memotivasi mahasiswa melalui teknik menggambar benda-benda yang ada disekitarnya. Hal ini dikarenakan mahasiswa melakukan pencarian gambar melalui internet yang sangat memungkinkan antar mahasiswa mengunduh gambar yang sama dari sumber yang sama pula. </p>
      <p id="p-185f10395614">Metakognitif memiliki 3 tahapan, yaitu: <italic id="emphasis-1">Planning</italic>, <italic id="emphasis-2">monitoring</italic>, dan <italic id="emphasis-3">evaluating</italic>. Pada masing-masing tahapan tersebut pebelajar melakukan kontrol terhadap cara berfikir mereka sendiri untuk menyelesaikan permaslahan yang mereka hadapi, <xref id="x-a368250c7a1e" rid="R69611116476008" ref-type="bibr">Slavin (2012)</xref> . Dikatakan oleh Kayashima, ada banyak "keterampilan metakognitif" sebagai target dalam sistem untuk mendukung terselenggaranya suatu pendidikan. Misalnya dengan melakukan refleksi oleh guru dalam membantu pelajar merefleksikan kegiatan kognitif mereka selama menyelesaikan tugas. Dalam sistem tersebut ada tiga fase yang dapat dilakukan pebelajar, yaitu: memahami tujuan dan masalahnya; mengingat dan mengatur pengetahuan sebelumnya; dan memikirkan strategi untuk menyelesaikan masalahnya. Dalam aktivitas tersebut pembelajar dalam keterampilan berfikir metakognitif dapat berperan mengontrol bimbingan teman dalam kelompok kecil membuat pertanyaan, seperti pertanyaan ulasan, pertanyaan pemikiran, dan pertanyaan pemantauan. Tujuan pendidikan dari metode ini adalah membantu peserta didik memahami permasalahan, apa yang sudah mereka pahami, dan apa yang telah mereka lakukan dan belum mereka lakukan. Dia menjelaskan bahwa dia bermaksud untuk mengembangkan keterampilan metakognitif peserta didik. Tujuan dari semua penelitian tersebut adalah untuk mendukung pengembangan keterampilan metakognitif peserta didik. </p>
      <p id="p-bfcb29052de0"> Fogarty dalam <xref id="x-e0af51cc3bcf" rid="R69611116476002" ref-type="bibr">Scanlon (2010)</xref>  mengemukakan dalam metakognisi proses yang mencakup tiga fase berbeda, dan bahwa, untuk menjadi pemikir yang sukses, siswa harus melakukan hal berikut: 1) Mengembangkan rencana sebelum mendekati tugas belajar, seperti membaca untuk pemahaman atau memecahkan matematika. Masalah, 2) Pantau pemahaman mereka; gunakan strategi "memperbaiki" ketika makna rusak, dan 3) Evaluasi pemikiran mereka setelah menyelesaikan tugas. Untuk menganalisis penerapan metakognitif melalui media pembelajaran tersebut, maka peneliti melakukan penelitian pada karya gambar mahasiswa di Program Studi PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Dengan melakukan analisis pada karya gambar yang dihasilkan dari ujian tengah semester tahun akademik 2019-2020. Pada Penerapan UTS ini Dosen menggunakan media untuk membatu mahasiswa dalam mengekspresikan karya mereka. </p>
      <p id="p-907d1d6e57b1">Dikatakan oleh <xref id="x-d7c51b91e224" rid="R69611116476004" ref-type="bibr">Mustaji (2016)</xref>  yang dimaksud dengan media merupakan salah satu sarana yang berisi pesan atau sarana untuk menyampaikan pesan, yang termasuk media dalam teknologi pendidikan media termasuk dalam sumber belajar, yaitu pesan, orang, bahan, alat, teknik dan lingkungan. Dalam proses pembelajarannya seorang pendidik dapat membuat sendiri media pembelajarannya sesuai dengan tujuan instruksinalnya, atau memanfaatkan media yang sudah ada dan sesuai dengan tujuan instruksional pembelajarannya. Hal ini tentunya dengan tetap mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu: alas an dibuatnya program media tersebut, tujuan dari pengemnbangan media, sasaran pengguna media, karakteristik sasaran media( pebelajar), kebutuhan media itu dalam pembelajaran, perubahan prilaku yang diharapkan dari penggunaan media yang diterapkan. </p>
      <p id="paragraph-7">Pemanfaatan media dapat membantu metakognitif pebelajar, Metakognitif pada pebelajar dapat dikembangkan melalui media pembelajaran dengan kegiatan yang dapat memberikan tantangan kognitif dan metakognitif bagi anak melalui tugas atau masalah yang sulit, baru atau membingungkan, tugas yang mencakup konflik kognitif, <xref id="x-dfa2417ae0a8" rid="R69611116476003" ref-type="bibr">Hendarwati (2017)</xref> . Ditunjukkan pula terkait dengan pengunaan media dalam metakognitif pada penelitian <xref id="x-f46ac368720b" rid="R69611116476010" ref-type="bibr">Wahyuningsih, Jamaluddin, and Karnan (2015)</xref>  tentang penerapan pembelajaran biologi berbasis macromedia flash dan implikasinya terhadap keterampilan metakognitif dan penguasaan konsep pebelajar kelas VIII smpn 6 mataram, menunjukkan adanya kontribusi yang positif terhadap peningkatan ketrampilan metakognitif pada siswa. </p>
      <p id="paragraph-8"> Pendidikan Seni Rupa merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Mata kuliah ini memberikan bekal kepada mahasiswa pada kemampuan menggambar mereka sebagai bekal meraka saat menjadi guru di sekolah dasar. Dalam deskripsi mata kuliah yang ada dalam panduan Prodi mata kuliah ini meliputi pengetahuan warna, menggambar bentuk, menggabungkan beberapa media untuk menghasilkan karya seni dua dimensi. Kebaruan pada penelitian ini media mampu memberikan fasilitas tidak hanya pada penyelesaian masalah metakognitifnya saja akan tetapi juga efektif dalam menghasilkan karya seni rupa dua dimensi, melalui media yang disediakan. Mahasiswa mampu membuat objek yang biasanya mereka kesulitan dalam menentukan objek dalam gambar yang akan mereka buat.</p>
      <p id="p-3eb8611b867b"/>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-349c9d269984">Metode</title>
      <p id="t-011d7c1127b3">Penelitan ini merupakan peneltian kualitatif deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, subjek teliti yang digunakan adalah mahasiswa semester 7 kelas A4, dengan menggunakan 3 subjek teliti dalam kelas tersebut dengan mempertimbangkan aspek kemampuan tinggi 1 orang, kemampuan sedang 1 orang, dan kemampuan tinggi 1 orang. Uji keabsahan data dalam penelitian ini dengan menggunakan trianggulasi teknik, yaitu dengan menggunakan teknik: observasi, pada observasi ini peneliti melakukan observasi pada aktivitas mahasiswa dengan menggunakan daftar cheklis yang menggunakan indikator metakognitif, dokumentasi, pada dokumentasi peneliti mengambil data gambar pada pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS), wawancara yang dilakukan pada 3 pebelajar pada program studi pendidikan guru sekolah dasar PGSD) Umsida, ditentukannya 3 kemampuan ini diambil dari nilai tugas yang sudah 5 kali diberikan. Karya yang dianalisis adalah karya Ujian Tengah Semester tahun akademik 2019-2020, dengan mempertimbangkan pengambilan gambar berdasarkan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. </p>
      <p id="p-6979f1aa27ca"/>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-2ffe4e41d61d">Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="t-a3915b65fbca"> Untuk menganalisis keefektifan media dalam metakogniti tersebut, maka peneliti menggunakan soal UTS, yang berisi soal yang harus dikerjakan menjadi suatu karya seni rupa dua dimensional berbantuan media yaitu kertas lipat untuk dijadikan objek gambar. Dikatakan oleh Slavin <xref id="x-fc69b8e4dbfe" rid="R69611116475999" ref-type="bibr">Slavin (2008)</xref>  bahwa pebelajar dapat belajar memikirkan proses pemikiran mereka sendiri dan menerapkan strategi pembelajaran tertentu untuk memikirkan diri mereka sendiri melalui tugas-tugas yang sulit. Untuk menganalisis keektifan media dalam metakognitif, maka peneliti menggunakan uji keabsahan data berupa triangulasi teknik. hasil uji keabsahan dapat dilihat pada<xref id="x-98cb1bbb7a37" rid="f-4b6258796471" ref-type="fig">Figure 1</xref>.</p>
      <fig id="f-4b6258796471" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 1 </label>
        <caption id="c-1fe903c3edf8">
          <title id="t-1147a733840f">Uji keabsahan data berupa triangulasi teknik</title>
        </caption>
        <graphic id="g-b171c838a17a" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/da7e1fa2-2d53-4a48-84c0-3bba54156a7d/image/97d77b23-f212-46cc-8f9b-bdb817f7a9ee-u1.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-2c496704590b"/>
      <p id="p-4d8035634b37">Dari hasil yang diperoleh melalui trianggulasi teknik pada <xref id="x-27adb1a6fd03" rid="f-4b6258796471" ref-type="fig">Figure 1</xref> , melalui metode observasi, dokumentasi dan wawancara, maka peneliti akan membahas berdasarkan teori metakognitif yang dikemukakan oleh Brown, Nelson dalam <xref id="x-37140dfd62e6" rid="R69611116476009" ref-type="bibr">Woolfolk (2009)</xref>  yaitu: <italic id="e-13c6c58f4581">Planning </italic> (merencanakan): meliputi memahami soal, dan menentukan objek gambar, <italic id="e-170523ea2a6c">monitoring </italic> (memonitor), meliputi: menerapkan tahapan dalam berkarya, menggunakan media kedalam objek , <italic id="e-38f7df3496d9">evaluating</italic> (Mengevaluasi): meliputi: menggambar sesuai tema, menggunakan teknik pada objek.</p>
      <p id="p-e02ae2245ea6">Pada Subjek A, pada hasil observasi proses <italic id="emphasis-4">planning</italic> yang meliputi: pemahaman soal, pemikiran akan objek yang akan digambar mereka melakukan cheklis pada kolom ya, artinya bahwa subjek A dalam mengerjakan tugas melakukan <italic id="emphasis-5">planning</italic> terlebih dahulu, pada tahapan <italic id="emphasis-6">monitoring</italic> subjek A menerapkan tahapan dalam berkarya, menggunakan media yang ada, maka proses monitoringpun juga dilakukan oleh si subjek teliti, dan pada tahapan <italic id="emphasis-7">evaluating</italic> dimana subjek A haruus berfikir ulang terkait gambar atau objek yang mereka buat sesuai dengan tema, menempatkan kertas lipat sesuai objek dan sesuai tehnik subjek tersebut juga menceklis jawaban ya, maka kesimpulannya bahwa proses metakognitif pada subjek A dilakukan secara keseluruhan.</p>
      <p id="p-4bbe756313e5"> Hasil wawancara pada subjek A diperoleh hasil, pada pertanyaan terkait perencanaan subjek teliti menyatakan jawaban tertulisnya dengan mengatakan bahwa ia melakukan <italic id="emphasis-8">planning</italic> (perencanaan) terkait karya yang akan dibuat setelah menerima soal UTS, langkah-langkah pengerjaannya meliputi: menentukan objek, menggambar, mewarna, menggunting, melipat, menempel, yang dipikirkan dalam karyannya adalah adanya perasaan senang akan karya yang dia buat, terkait media yang digunakan dikatakan sangat membantu dalam penyelesaian tugasnya. Teknik yang digunakan adalah menggunting, melipat, menempel. Maka dilihat dari cara berfikir subjek A dilihat dari data observasi, dokumentasi dan wawancara ada kesesuaian terkait bahwa subjek tersebut melakukan cara berfikir metakognitif.</p>
      <p id="p-1f0c18e6d1ea">Pada hasil observasi proses planning yang meliputi: pemahaman soal, pemikiran akan objek yang akan digambar mereka melakukan cheklis pada kolom ya, artinya bahwa subjek B dalam mengerjakan tugas melakukan planning terlebih dahulu, pada tahapan <italic id="emphasis-9">monitoring</italic> subjek B menerapkan tahapan dalam berkarya, tidak menggunakan media yang ada sedangkan faktanya dalam karyanya ada media yang digunakan yaitu kertas lipat, maka pada proses <italic id="emphasis-10">monitoring</italic> subjek B dapat dikatakan belum dapat memonitor dirinya sendiri, sedangkan pada tahapan <italic id="emphasis-11">evaluating</italic> subjek B harus berfikir kembali terkait kesesuaian antara gambar atau objek yang mereka buat sesuai dengan tema yang dia lakukan, menempatkan kertas lipat sesuai objek dan sesuai tehnik subjek tersebut juga menceklis jawaban ya, akan tetapi dari hasil dokumentasi teknik yang dilakukan pada objek masih menggunakan 1 teknik saja yaitu melipat saja. maka kesimpulannya bahwa subjek B pada proses metakognitif pada tahapan monitoring dan evaluasi masih kurang. </p>
      <p id="p-cfade8359b93">Dari hasil wawancara pada subjek B diperoleh hasil, pebelajar membuat perencanaan pada saat membaca soal yang diberikan, sedangkan langkah-langkah dalam pengerjaan soal meliputi: berfikir apa yang akan digambar, memulai menggambar, mewarna, menempel objek dari media yang sudah dilipatnya. Terkait dengan peenggunaan media subjek B menyatakan sangat terbantu dalam menyelesaikan tugasnya, hal ini berbeda dengan jawaban pada lembar observasinya, pada bahasan tehnik subjek B hanya melakukan dengan satu teknik saja yaitu melipat, hal ini sesuai dengan hasil dokumentasinya bahwa objek yang ada pada gambarnya hanya ada tehnik melipat saja.</p>
      <p id="p-f3160c044424">Pada Subjek C, pada hasil observasi proses <italic id="emphasis-12">planning</italic> yang meliputi: pemahaman soal, pemikiran akan objek yang akan digambar mereka melakukan cheklis pada kolom ya, artinya bahwa subjek C dalam mengerjakan tugas melakukan <italic id="emphasis-13">planning</italic> terlebih dahulu, pada tahapan <italic id="emphasis-14">monitoring</italic> subjek C menerapkan tahapan dalam berkarya, menggunakan media yang ada, maka proses monitoringpun juga dilakukan oleh si subjek teliti, dan pada tahapan <italic id="emphasis-15">evaluating</italic> dimana subjek C harus berfikir kembali pada gambar atau objek yang dibuatnya dan kesesuaiannya dengan tema, menempatkan kertas lipat sesuai objek dan sesuai tehnik subjek tersebut juga menceklis jawaban ya, sedangkan dari hasil dokumentasi teknik yang diakukan hanya menggunting saja, maka kesimpulannya bahwa proses metakognitif pada subjek C pada tahapan evaluasi masih kurang</p>
      <p id="p-c1abfca323fc">Hasil wawancara pada subjek C diperoleh hasil, terkait rencana gambar subjek tersebut menjawab sudah membuat rencana, hanya tidak dijelaskan kapan dia mulai merencanakan, apakah sejak dari rumah atau sejak menerima dan membaca soal. Langkah-langkah yang dia lakukan saat proses berkarya adalah, memotong, melipat, menggambar, mewarna. Sedangkan hasil data dokumentasi subjek C tidak menggunakan tehnik melipat akan tetapi hanya menggunting atau memotong saja. Yang dipikirkan terkait gambarnya subjek C melakukan monitoring yaitu mereview kembali karyanya apakah sudah sesuai dengan petunjuk soal apa belum. Terkait dengan adanya media yang digunakan dalam karyanya subjek C mengatakan sangat terbantu, sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik melipat saja, hal ini sesuai dengan karyanya yang hanya menggunakan satu teknik saja.</p>
      <p id="paragraph-9">sedangkan keefektifannya peneliti menggunakan teori Dunne (1996) tentang keefektifan belajar yaitu: memudahkan pebelajar dalam proses belajarnya, maka dapat dikatakan bahwa media dapat membantu berfikir kognitif pebelajar dan hal ini sesuai dengan data, wawancara dan dokumentasi pada subjek A, B, dan C, media terbukti efektif dalam membantu pebelajar menyelesaikan karya seni rupa dua dimensi yang disajikan dalam bentuk permasalahan berupa soal yang telah berhasil mereka kerjakan.</p>
      <p id="paragraph-4"> </p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-e537e3fe6e01">Kesimpulan</title>
      <p id="p-f9cefae86c03"> Dari hasil analisis yang sudah peneliti lakukan, maka melalui media yang digunakan dapat membantu keefektifan dalam pengoptimalan metakognitif, pebelajar dapat mengatasi permasalahan mereka yang berupa soal yang didalam soal tersebut diminta membuat objek-objek dari media kertas lipat agar tercipta karya seni dua dimensional yang menarik, yang sesuai dengan cara berfikir mereka sendiri. Dari hasil dan pembahasan yang sudah peneliti deskripsikan diperoleh hasil bahwa pada pebelajar dengan kemampuan tinggi mampu menyelasaikan berfikir kognitifnya dalam membuat media menjadi objek dan sesuai dengan ketentuan yang ada pada soal, pada pebelajar yang berkemampuan sedang mampu membuat objek dari media yang ditentukana hanya teknik yang digunakan masih satu saja yaitu melipat. berbeda pada pebelajar yang memiliki kemampuan sedang dan rendah yang membuat objek dan satu teknik saja, sehingga hal ini dapat dikatakan masih belum sesuai dengan soal yang ada, maka dapat dikatakan pada subjek B dan C masih kurang dalam pengoptimalan berfikir meetakognitifnya Sedangkan media yang digunakan membantu keefektifan belajar mereka.</p>
      <p id="p-208c643c4842"/>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-520e238a3ee7">Pendanaan</title>
      <p id="p-6f814eb6eb68"> Sumber dana yang digunakan dalam penelitian ini adalah mandiri dari peneliti sendiri, hal ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang merupakan pentingnya kemanfaatan dari penelitian bagi institusi, peneliti serta mahasiswa.</p>
      <p id="p-be19f6785c57"/>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ack id="ack-690658b008b5">
      <title id="ack-title-b107a28a530f">Ucapan Terima Kasih</title>
      <p id="paragraph-c6be578902e5"> Peneliti menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk dapat melakukan penelitian di Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dengan memberikan keleluasaan pada peneliti dalam pengambilan data untuk dianalisis pada penelitian ini.</p>
      <p id="p-483c2d0e713d"/>
    </ack>
    <ref-list>
      <title>References</title>
      <ref id="R69611116475999">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Slavin</surname>
              <given-names>Robert E.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor">
            <etal/>
          </person-group>
          <article-title>Psikologi Pendidikan: Teori dan Praktik Jilid 1</article-title>
          <publisher-name>Indeks</publisher-name>
          <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
          <year>2008</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R69611116476000">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Adiarto</surname>
              <given-names>Ato</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Perbedaan Pengaruh Pembelajaran Metakognisi Melalui Metode Inkuiri Dan Metode Berbasis Masalah Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Ips Dan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik (Studi Eksperimen Kuasi Di Kelas Vii Smp Negeri 2 Menes - Pandeglang)</article-title>
          <source>JPIS: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial</source>
          <year>2017</year>
          <volume>26</volume>
          <issue>1</issue>
          <publisher-name>UPI</publisher-name>
          <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R69611116476012">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Panggayuh</surname>
              <given-names>Vertika</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Kemampuan Metakognitif Terhadapprestasi Akademik Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pemrograman Dasar</article-title>
          <source>8984JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika)</source>
          <year>2017</year>
          <volume>2</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>20</fpage>
          <lpage>25</lpage>
          <issn>2540 -8984</issn>
          <publisher-name>8984JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika)</publisher-name>
          <publisher-loc>STKIP PGRI Tulungagung</publisher-loc>
          <uri>https://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/jipi/article/view/228</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R69611116476007">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Iskandar</surname>
              <given-names>Srini M.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pendekatan Keterampilan Metakognitif Dalam Pembelajaran Sains Di Kelas</article-title>
          <source>ERUDIO</source>
          <year>2014</year>
          <volume>2</volume>
          <issue>2</issue>
          <fpage>13</fpage>
          <lpage>20</lpage>
          <publisher-name>ERUDIO</publisher-name>
          <publisher-loc> Institute for Educational Development and Quality Assurance (LP3M) Universitas Brawijaya Malang</publisher-loc>
          <uri>https://erudio.ub.ac.id/index.php/erudio/article/view/151</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R69611116476008">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Slavin</surname>
              <given-names>Robert E.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor">
            <etal/>
          </person-group>
          <article-title>Psikology Pendidikan Teori Dan Praktik Jilid 2</article-title>
          <publisher-name>Indeks</publisher-name>
          <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
          <year>2012</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R69611116476002">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Scanlon</surname>
              <given-names>David</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <article-title>TEAL Center Fact Sheet No.4: Metakognitif Processes</article-title>
          <publisher-name>Boston College</publisher-name>
          <publisher-loc>Boston</publisher-loc>
          <year>2010</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R69611116476004">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mustaji</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor">
            <etal/>
          </person-group>
          <article-title>Media Pembelajaran</article-title>
          <publisher-name>Unesa University Press</publisher-name>
          <publisher-loc>Universitas Negeri Surabaya</publisher-loc>
          <year>2016</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R69611116476003">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hendarwati</surname>
              <given-names>Endah</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pemanfaatan Media Permainan Sebagai Upaya Meningkatan Metakognitif Anak Usia Dini</article-title>
          <source>PEDAGOGI: Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini</source>
          <year>2017</year>
          <volume>3</volume>
          <issue>3</issue>
          <fpage>135</fpage>
          <lpage>152</lpage>
          <publisher-name>PEDAGOGI: Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini</publisher-name>
          <publisher-loc>Universitas Muhammadiyah Surabaya</publisher-loc>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R69611116476010">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wahyuningsih</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <name>
              <surname>Jamaluddin</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <name>
              <surname>Karnan</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Penerapan Pembelajaran Biologi Berbasis  Macromedia Flash Dan Implikasinya Terhadap Keterampilan Metakognitif Dan Penguasaan Konsep Siswa Kelas VII SMPN 6 Mataram</article-title>
          <source>Jurnal Pijar MIPA</source>
          <year>2015</year>
          <volume>10</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>41</fpage>
          <lpage>46</lpage>
          <publisher-name>Jurnal Pijar MIPA</publisher-name>
          <publisher-loc>Univeristas Mataram</publisher-loc>
          <uri>http://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JPM/article/view/16/16</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R69611116476009">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Woolfolk</surname>
              <given-names>Anita</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor">
            <etal/>
          </person-group>
          <article-title>Educational Psychology</article-title>
          <publisher-name>Pustaka Pelajar</publisher-name>
          <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
          <year>2009</year>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
